Evolusi
Manusia Primitif Dan Teori Darwin
Tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan buku ‘On
The Origin of Species‘ yang menyatakan bahwa spesies berevolusi
dari waktu ke waktu, perubahan yang dikendalikan melalui seleksi alam. Teori evolusi ini dianggap kurang rinci dan telah dipertimbangkan
sebelum termasuk teori yang dikembangkan kakeknya, Erasmus Darwin. Ide Erasmus
dan gagasan evolusi melalui seleksi alam dianggap hampir
sama seperti yang digagaskan Charles Darwin dan Alfred Russel
Wallace.
Tahun 1871, Darwin
menerbitkan ‘The Descent of Man‘ yang menuliskan teori bahwa manusia
berevolusi dari beberapa jenis kera prasejarah. Kemudian Teori Darwin dianggap penting oleh pendukungnya
untuk menemukan rantai evolusi yang hilang, termasuk kera yang memiliki
karakteristik manusia dan manusia primitif dengan karakteristik mirip kera
seperti yang terlihat dalam fosil saat ini.
Manusia Neanderthal ditemukan dilembah Neandertal, Jerman
pada tahun 1856, kemudian terus ditemukan diwilayah Eropa, Asia Barat dan
timur. Ilmuwan membutuh manusia
kera dan primitif
untuk diteliti yang kemudian menggambarkan manusia Neanderthal meskipun mereka
memiliki otak paling besar seperti manusia saat ini. Tulang hyoid di
tenggorokan mereka secara fisik seperti manusia saat ini (termasuk raksasa, hewan buas
berbulu, kera yang berjalan dengan postur membungkuk), semua itu termasuk
karakteristik primitif sesuai teori Darwin.
Neanderthal dikatakan spesis manusia primitif tertua yang pernah
ditemukan berusia 130,000 tahun yang lulu. Neanderthal yang berusia 350,000
tahun atau bahkan 600,000 tahun dinyatakan oleh beberapa peneliti ‘bukan
manusia kera primitif’ dan beberapa penggambaran terlihat seperti orang Eropa
modern.
Mengingat
bahwa ras manusia modern memiliki beragam karakteristik fisik, tidak ada alasan
yang menyatakan bahwa Neanderthal adalah spesies yang terpisah dari manusia
modern, dan beberapa antropolog fisik modern telah mengakuinya.
Spesis Manusia Kera
Primitif Menurut Teori Darwin
Para pendukung teori Darwin
waktu itu menganggap teori ini lebih tertuju pada sesuatu yang lebih primitif,
atau lebih mirip spesis kera. Charles
Dawson memperoleh
beberapa fragmen tengkorak dan tulang rahang yang ditemukan di lubang batu,
kota Piltdown-Inggris. Pernyataan Arthur Smith bahwa sisa-sisa fragmen itu
asli, mereka berdua menemukan fragmen tulang di daerah Inggris.
Awal tahun 1913, sejumlah
peneliti menduga bahwa Manusia
Piltdown adalah
tipuan, Dawson tertangkap basah melakukan hal semacam ini sebelumnya. Pada
tahun 1953 penelitian menunjukkan bahwa Manusia Piltdown menjadi dugaan
tengkorak manusia parsial dan tulang rahang orangutan. Namun pendukung teori Darwinkebanyakan pemikir yang
berangan-angan bahwa teori Darwin benar adanya. Kemungkinan besar Dawson berada
di balik semua rencana ini, tetapi kemungkinan konspirasi dalam hal sains
kemudian menjadi pertimbangan.
Banyak
sisa-sisa fragmen dan fosil lain ditemukan, diduga sebagai spesies peralihan
antara manusia dan kera, dengan kata lain nenek moyang kera dan manusia versi
teori Darwin. Salah satunya Pithecanthropus erectus yang ditemukan di Jawa oleh
dokter Belanda, Eugene Dubois. Antara 1891 dan 1893 dia menemukan sebuah tulang
kepala, tiga gigi, dan kemudian tulang paha yang diasumsikan dari spesis sama.
Tulang kepala diperkirakan berusia 1,8 juta tahun.
Kemudian Pithecanthropus dibagi menjadi spesies yang lebih
luas, Homo erectus. Homo
Erectus berjalan
tegak dan membuat alat-alat dari batu dan menggunakan api. Homo erectus adalah
pengecualian, mereka bukan spesies karakteristik primitif, contohnya tulang
alis yang kadang-kadang juga ditemukan pada manusia modern. Dengan bukti
beberapa kerangka yang cukup lengkap dan fosil Homo erectus juga ditemukan di
banyak bagian Afrika, Eropa, dan Asia, beberapa diantaranya berusia 1,8 juta
tahun.
Berdasarkan tengkorak, antropolog memperkirakan otak Homo Erectus
rata-rata 850 cc hingga 1100 cc, lebih kecil dari rata-rata otak manusia
modern. Ras modern memiliki berbagai ukuran otak rata-rata sekitar 1150 cc
hingga 1364 cc. Ini ukuran otak rata-rata, dan beberapa individu memiliki otak
lebih kecil.
Fosil manusia purba lainnya
juga ditemukan berbagai peneliti yang cenderung diberi nama spesies baru
berdasarkan pada fragmen tulang. Manusia
Rhodesian didasarkan
pada tengkorak yang cukup lengkap dan beberapa fragmen memiliki ukuran otak
1100 cc. Homo ergaster ditemukan di Asia, memiliki ukuran otak berkisar
700-1100 cc. Kemudian Manusia Heidelberg ditemukan di seluruh Eropa, rata-rata
memiliki tinggi badan 6 meter dengan ukuran otak manusia modern. Begitu juga
spesies di Afrika Selatan dengan tinggi badan sekitar tujuh meter. Jadi jelas
bahwa ukuran otak fosil-fosil tersebut bukan spesis berbeda dari manusia
sekarang, walaupun pendapat ini bertentangan dengan teori Darwin.
Bagaimana dengan Homo Habilis di Afrika Timur yang hidup sekitar 2,3
juta tahun lalu hingga 1,4 juta tahun lalu? Antropolog tidak setuju menyatakan
Homo Habilis adalah nenek moyang manusia modern. Ukuran otaknya diperkirakan
590-710 cc, dan peralatan batu telah ditemukan dibeberapa fosil mereka tapi
tidak ada bukti bahwa peralatan itu dibuat dan digunakan oleh spesis Homo
Habilis.
Beberapa antropolog bahkan
mengakui bahwa habilis mungkin jenis yang terpisah dari manusia, dan bahkan
mungkin campuran Homo Erectus dan sisa-sisa Australopithecine.
Mungkin spesis ini adalah jenis kera yang sudah punah. Kemudian
Australopithecus, fosil yang ditemukan di Afrika berusia 4 juta tahun. Otak
mereka berukuran 380-430 cc, dan tulang kaki Australopithecus yang ditemukan
mirip kera.
Manusia Modern Sudah Ada Sejak Jutaan Tahun Lalu
Bukti manusia modern ada
sejak 430,000 tahun lalu sebagai titik tolak manusia awal melalui desain
canggih yang ditemukan diwilayah utara, Jerman. Pendukung teori Darwin
menyatakan bahwa Homo
Sapiens modern hidup
sejak 50ribu tahun yang lalu. Sementara peneliti modern menyatakan bahwa nenek
moyang manusia sudah hidup sekitar 100 ribu tahun, bahkan sekarang banyak
peneliti yang sepakat bahwa manusia mulai berkembang sejak 275 ribu tahun lalu.
Peralatan batu yang ditemukan di Hueytalco-Meksiko berusia 250 tahun,
jauh sebelum manusia bermigrasi ke Amerika. Tengkorak manusia ditemukan
diwilayah Buenos Aires, Argentina yang berusia 1 juta tahun, dan patung manusia
berukuran kecil ditemukan di Nampa-Idaho dalam lapisan bebatuan berusia 2 juta
tahun. Bukti ini jelas menyatakan bahwa ras manusia sudah ada dan hidup
berdampingan dengan manusia kera sebagai ras primitif.
Bukti semakin
bertambah, fosil-fosial yang ditemukan berusia terkadang lebih tua dari
pernyataan evolusi manusia. Kemungkinan manusia modern sudah ada sejak 2,5,
atau bahkan 10 juta tahun yang lalu, dimana teori Darwin menyatakan manusia
kera hidup ditahun-tahun tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar